Monday, November 23, 2015

Perbedaan Wifi dan WiMax

Pengertian Wi-Fi
Wi-Fi merupakan kependekan dari Wireless Fidelity, yang memiliki pengertian yaitu sekumpulan standar yang digunakan untuk Jaringan Lokal Nirkabel (Wireless Local Area Networks – WLAN) yang didasari pada spesifikasi IEEE 802.11. Standar terbaru dari spesifikasi 802.11a atau b, seperti 802.11 g, saat ini sedang dalam penyusunan, spesifikasi terbaru tersebut menawarkan banyak peningkatan mulai dari luas cakupan yang lebih jauh hingga kecepatan transfernya.
Wi-Fi lebih dienal dengan sebagai Wireless LAN yang merupakan jaringan telokomunikasi nirkabel antar computer melalui protocol LAN. Jangkauannya yang terbatas terkonsentrasi pada suatua area tertentu, maka sering disebut dengan Hot Spot. Hal ini memungkinan seseorang dengan komputer dengan kartu nirkabel (wireless card) atau personal digital assistant (PDA) untuk terhubung dengan internet. Layanan yang diberikan antara lain adalah e-mail, internet, intranet, messaging, music/video streaming dan lain-lain IP base aplikation. Wi-Fi memiliki kecepatan akses data maksimal 54 Mbps
Teknologi internet berbasis Wi-Fi dibuat dan dikembangkan sekelompok insinyur Amerika Serikat yang bekerja pada Institute of Electrical and Electronis Engineers(IEEE) berdasarkan standar teknis perangkat bernomor 802.11b, 802.11a dan 802.16. Perangkat Wi-Fi sebenarnya tidak hanya mampu bekerja di jaringan WLAN, tetapi juga di jaringan Wireless Metropolitan Area Network (WMAN). Perangkat yang berstandar teknis 802.16 diperuntukkan bagi perangkat WMAN atau juga disebut Wi-Max, yang bekerja di sekitar pita frekuensi 5 GHz.
Teknologi Wi-Fi memuliki jangkauan yang terbatas, maksimal sekitar 100 meter. Wi-Fi dipasang pada satu spectrum yaitu,2,4 GHz yang umumnya tidak memerlukan lisensi. Terdapat beberapa standar yang berlaku dan banyak dipergunakan pada Wi-Fi.
1. 802.11a
Digunakan mulai akhir tahun 2001 dengan menggunakan frekuensi 5 GHz, maksimum bandwidth yang bisa dicapi adalah 54Mbps.
2. 802.11b
Digunakan mulai akhir tahun 1999 dengan menggunakan frekuensi 2,4 GHz (unlicensed frequency), maksimun bandwidth yang bisa dicapai adalah 11 Mbps.
3. 802.11g
Digunakan pada pertaengahan tahun 2003 dengan menggunakan frekuensi 2,4 MHz (licensed frequency), maksimum bandwidth yang bisa dicapai 54 Mbps.
Tabel  perbandingan standar Wi-Fi
Wi-Fi StandarFrekuensiModulasi
802.11a5 GHzOFDM
802.11b2,4 GHzDSSS
802.11g2,4 GHzOFDM
Bentuk Layanan Wi-Fi
Wi-Fi memiliki layanan utama yaitu untuk akses data seperti internet, intranet, e-mail. Namaun karena jangkauannya yang terbatas, Wi-Fi harus dikonsentrasikan pada suatu area tertentu yang disebut hot spot.
Pengertian WiMAX
WiMAX (Worldwide Interoperability for Microwave Access) adalah merupakan teknologi akses nirkabel pita lebar (broadband wireless access atau disingkatBWA) yang memiliki kecepatan akses yang tinggi dengan jangkauan yang luas. WiMAX merupakan evolusi dari teknologi BWA sebelumnya dengan fitur-fitur yang lebih menarik.
WiMAX merupakan standar internasional tentang Broadband Wireless Accessyang mengacu pada standar IEEE 802.16. Standar ini kemudian dikembangkan oleh forum gabungan antar perusahaan-perusahaan dunia terkait (produsen produk-produk wireless, produsen-produsen chip, operator-operator wireless), atau disebut dengan WiMAX forum. WiMAX adalah  teknologi wireless yang mempunyai kecepatan tinggi dalam transfer data dan mempunyai jangkauan dengan luas maksimal 50 km luas. Frekuensi berlisensi yang dikembangkan pada teknologi WiMAX pada tahap awal berada pada frekuensi 2.5 GHz (2,500-2,690 GHz dan 2,700-2,900 GHz) dan  3,5 GHz (3,400-3,600 GHz). Sedangkan untuk frekuensi yang tidak berlisensi, pada tahap awal dikembangkan pada spectrum 5,8 GHz, yaitu pada band frekuensi 5,725-5,850 GHz. Teknologi WiMAX dikembangkan pada bulan Juli 2001 menggunakan standar IEEE 802.16 yang kemudian berkembang, secara sederhana perkembangan standar WiMAX dapat diuraikan sebagai berikut:
1. 802.16
Standar ini mengatur pemanfaatan di band frekuensi 10-66 GHz.
2. 802.16a
Menggunakan frekuensi 2-11 GHz. Standar ini difinalisasi pada bulan Januari 2003.
3. 802.16d
Merupakan standar yang berbasis 802.16 dan 802.16a dengan beberapa perbaikan. 802.16d juga dikenal dengan sebagai 802.16-2004. Rekuensi yang digunakan sampai 11 GHz. Standar ini telah difinlaisasi pada 24 Juni 2004.
4. 802.16e
Standar ini memenuhi kapabilitas untuk aplikasi portability dan mobility. Standar ini telah difinalisasi pada akhir tahun 2005.
WiMAX dengan standar 802.16-2004 telah disetujui dunia industry, sehingga pembuatan dan penjualan perangkatnya yang murah bisa dipercepat. Standar WiMAX lainnya, yaitu 802.16e kini sedang dikembangkan. Fungsinya, lebih terkait dengan industry seluler, yaitu memungkinkan ponsel mengirim dan menerima data dalam jumlah yang lebih besar.
Karakteristik utama yang dimiliki WiMAX antara lain :
  1. Pada versi awal IEEE 802.16a bekerja di frekuensi 10-66 Ghz, sehingga cocok digunakan untuk teknologi point to point.
  2. Compatible dengan digital switch yang ada (ATM,dll) dengan optimal data rate per user antara 300kbps-2Mbps dengan range-nya 5-8 km untuk maksimal throughtput.
  3. System ini mendukung teknologi video streaming, VoIP telephony, tayangan diam maupun bergerak, e-mail, Web Browsing, e-commerce, dan layanan berbasi lokasi.
Bentuk Layanan WiMAX
A. Akses Data
WiMAX memiliki luas dan kecepatan akses dta yang cepat, memberikan fleksibilitas dan mobilitas kepada pengguna yang ingin mengakses data seperti internet dan e-mail melalui laptop, ponsel, atau PDA meskipun dalam keadaan bergerak.
B. Teknologi Broadband
Broadband wireless adalah teknologi yang memberikan jasa penyakuran data dengan bandwidth yang lebar. Dibandingkan dengan mobile communication seprti GSM yang memiliki kecepatan 9600 bps, teknologi broadband wireless memiliki kecepatan maksimal 128 mbps.
C. Layanan WiMAX Pada Teknologi Seluler
WiMAX memiliki bandwidth lebar dan kecepatan akses tinggi. Oleh karena itu WiMAX dapat memberikan layanan seperti 3G. keunggulan WiMAX ada pada sisi kecpatannya. Namun kurang baik pada mobilitasnya dibandingkan GSM.
Perbedaan WiFi dan WiMax
Pada dasarnya WiFi dan WiMax tidak memiliki banyak perbedaan, akan tetapi WiMax memiliki beberapa keunggulan dibandingkan WiFi. Berikut perbedaan WiFi dan Wimax Adalah Coverage Area ( Area pencakupan )
Apabila WiFi hanya dapat melingkupi coverage area beberpa meter saja, yang hanya dapat mencukupi akses internet hanya pada satu gedung saja. Lain halnya dengan WiMax, yang memiliki cakupan coverage area lebih luas, yaitu sekitar 50 km

Sumber : Ulin Hamzah Blog | Muhammad Ridwan Blog

Media Jaringan (Kabel dan Nirkabel)

1.Jaringan Kabel (wired Network)
Gambar
Jaringan kabel adalah jaringan yang menggunakan kabel sebagai media penghubung.
Kelebihannya:
  1. Relatif murah
  2. Tingkat keamanan relatif tinggi
  3. Performa / Stabilitas jaringan dan bandwith yang lebih tinggi dan lancer
  4. mudah dalam instalasi
  5. Biaya yang murah dalam investasi jaringan
Kelemahannya:
  1. Kerapian yang kurang(nilai estetika) karena kabel yg berantakan /sembraut
  2. Jangkauan dan akses client yang terbatas
  3. Susah jika ada perluasan jaringan
  4. Wired LAN harus di tempatkan di tempat yang aman
  5. Security pada wired LAN akan hilang pada saat kabel jaringan di potong

2.Jaringan Nirkabel (wireless Network)
Gambar
Jaringan wireless adalah jaringan yang menggunakan gelombang radio, satelit, inframerah,dan teknologi Bluetooth sebagai media penghubung.
Kelebihannya:
  1. Jaringan rapi dan mempunyai nilai estetika, tidak ada kabel yang berantakan
  2. Kemudahan proses instalasi
  3. Mudahuntuk perluasan jaringan
  4. Pengurangan anggaran biaya
  5. Jangkauan luas
  6. Pemeliharaan murah
  7. Infrastruktu berdimensi kecil
Kelemahannya:
  1. Gangguan gelombang jaringan
  2. Keamanan data kurang terjamin
  3. Konfigurasi yang lebih rumit
  4. Kapasitas jaringan terbatas
  5. Biaya investasi cukup mahal
  6. Tidak stabil dan terpengaruh cuaca
  7. Kapasitas jaringan karena keterbatasan spektrum
Sumber Artikel : Rianto Web

Topologi Jaringan

Topologi jaringan merupakan suatu bentuk/ struktur jaringan yang menghubungkan antar komputer satu dengan yang lain dengan menggunakan media kabel maupun nirkabel.

Dalam instalasi jaringan, kita harus benar-benar memperhatikan jenis, kelebihan dan kekurangan masing-masing topologi jaringan yang akan kita gunakan.
Berikut jenis-jenis topologi jaringan beserta kelebihan dan kekurangannya :

1. Topologi Bus

Topologi bus bisa dibilang topologi yang cukup sederhana dibanding topologi yang lainnya.
Topologi ini biasanya digunakan pada instalasi jaringan berbasis fiber optic, kemudian digabungkan dengan topologi star untuk menghubungkan client atau node.
Topologi bus hanya menggunakan sebuah kabel jenis coaxial disepanjang node client dan pada umumnya, ujung kabel coaxial tersebut biasanya diberikan T konektor sebagai kabel end to end .
Kelebihan Topologi Bus :
  1. Biaya instalasi yang bisa dibilang sangat murah karena hanya menggunakan sedikit kabel.
  2. Penambahan client/ workstation baru dapat dilakukan dengan mudah.
  3. Topologi yang sangat sederhana dan mudah di aplikasikan
Kekurangan Topologi Bus :
  1. Jika salah satu kabel pada topologi jaringan bus putus atau bermasalah, hal tersebut dapat mengganggu komputer workstation/ client yang lain.
  2. Proses sending (mengirim) dan receiving (menerima) data kurang efisien, biasanya sering terjadi tabrakan data pada topologi ini.
  3. Topologi yang sangat jadul dan sulit dikembangkan.

2. Topologi Star

Topologi star atau bintang merupakan salah satu bentuk topologi jaringan yang biasanya menggunakan switch/ hub untuk menghubungkan client satu dengan client yang lain.
Kelebihan Topologi Star
  1. Apabila salah satu komputer mengalami masalah, jaringan pada topologi ini tetap berjalan dan tidak mempengaruhi komputer yang lain.
  2. Bersifat fleksibel
  3. Tingkat keamanan bisa dibilang cukup baik daripada topologi bus.
  4. Kemudahan deteksi masalah cukup mudah jika terjadi kerusakan pada jaringan.
Kekurangan Topologi Star
  1. Jika switch/ hub yang notabenya sebagai titik pusat mengalami masalah, maka seluruh komputer yang terhubung pada topologi ini juga mengalami masalah.
  2. Cukup membutuhkan banyak kabel, jadi biaya yang dikeluarkan bisa dibilang cukup mahal.
  3. Jaringan sangat tergantung pada terminal pusat.

3. Topologi Ring

Topologi ring atau cincin merupakan salah satu topologi jaringan yang menghubungkan satu komputer dengan komputer lainnya dalam suatu rangkaian melingkar, mirip dengan cincin.
Biasanya topologi ini hanya menggunakan LAN card untuk menghubungkan komputer satu dengan komputer lainnya.
Kelebihan Topologi Ring :
  1. Memiliki performa yang lebih baik daripada topologi bus.
  2. Mudah diimplementasikan.
  3. Konfigurasi ulang dan instalasi perangkat baru bisa dibilang cukup mudah.
  4. Biaya instalasi cukup murah
Kekurangan Topologi Ring :
  1. Kinerja komunikasi dalam topologi ini dinilai dari jumlah/ banyaknya titik atau node.
  2. Troubleshooting bisa dibilang cukup rumit.
  3. Jika salah satu koneksi putus, maka koneksi yang lain juga ikut putus.
  4. Pada topologi ini biasnaya terjadi collision (tabrakan data).

4. Topologi Mesh

Topologi mesh merupakan bentuk topologi yang sangat cocok dalam hal pemilihan rute yang banyak. Hal tersebut berfungsi sebagai jalur backup pada saat jalur lain mengalami masalah.
Kelebihan Topologi Mesh :
  1. Jalur pengiriman data yang digunakan sangat banyak, jadi tidak perlu khawatir akan adanya tabrakan data (collision).
  2. Besar bandwidth yang cukup lebar.
  3. Keamanan pada topologi ini bisa dibilang sangat baik.
Kekurangan Topologi Mesh :
  1. Proses instalasi jaringan pada topologi ini sangatlah rumit.
  2. Membutuhkan banyak kabel.
  3. Memakan biaya instalasi yang sangat mahal, dikarenakan membutuhkan banyak kabel.

5. Topologi Peer to Peer

Topologi peer to peer merupakan topologi yang sangat sederhana dikarenakan hanya menggunakan 2 buah komputer untuk saling terhubung.
Pada topologi ini biasanya menggunakan satu kabel yang menghubungkan antar komputer untuk proses pertukaran data.
Kelebihan Topologi Peer to Peer
  1. Biaya yang dibutuhkan sangat murah.
  2. Masing-masing komputer dapat berperan sebagai client maupun server.
  3. Instalasi jaringan yang cukup mudah.
Kekurangan Topologi Peer to Peer
  1. Keamanan pada topologi jenis ini bisa dibilang sangat rentan.
  2. Sulit dikembangkan.
  3. Sistem keamanan di konfigurasi oleh masing-masing pengguna.
  4. Troubleshooting jaringan bisa dibilang rumit.

6. Topologi Linier

Topologi linier atau biasaya disebut topologi bus beruntut. Pada topologi ini biasanya menggunakan satu kabel utama guna menghubungkan tiap titik sambungan pada setiap komputer.
Kelebihan Topologi Linier
  1. Mudah dikembangkan.
  2. Membutuhkan sedikit kabel.
  3. Tidak memperlukan kendali pusat.
  4. Tata letak pada rangkaian topologi ini bisa dibilang  cukup sederhana.
Kekurangan Topologi Linier
  1. Memiliki kepadatan lalu lintas yang bisa dibilang cukup tinggi.
  2. Keamanan data kurang baik.

7. Topologi Tree

Topologi tree atau pohon merupakan topologi gabungan antara topologi star dan juga topologi bus. Topologi jaringan ini biasanya digunakan untuk interkoneksi antar sentral dengan hirarki yang berbeda-beda.
Kelebihan Topologi Tree
  1. Susunan data terpusat secara hirarki, hal tersebut membuat manajemen data lebih baik dan mudah.
  2. Mudah dikembangkan menjadi jaringan yang lebih luas lagi.
Kekurangan Topologi Tree
  1. Apabila komputer yang menduduki tingkatan tertinggi mengalami masalah, maka komputer yang terdapat dibawahnya juga ikut bermasalah
  2. Kinerja jaringan pada topologi ini terbilang lambat.
  3. Menggunakan banyak kabel dan kabel terbawah (backbone) merupakan pusat dari teknologi ini.

8. Topologi Hybrid

Topologi hybrid merupakan topologi gabungan antara beberapa topologi yang berbeda.
Pada saat dua atau lebih topologi yang berbeda terhubung satu sama lain, disaat itulah gabungan topologi tersebut membentuk topologi hybrid.
Kelebihan Topologi Hybrid
  1. Freksibel
  2. Penambahan koneksi lainnya sangatlah mudah.
Kekurangan Topologi Hybrid
  1. Pengelolaan pada jaringan ini sangatlah sulit.
  2. Biaya pembangunan pada topologi ini juga terbilang mahal.
  3. Instalasi dan konfigurasi jaringan pada topologi ini bisa dibilang cukup rumit, karena terdapat topologi yang berbeda-beda.
Sumber  : NasabaMedia

 

Copyright @ 2015 SoftTekno.

Designed Template by Templateify & CollegeTalks